Jumaat, 23 Julai 2010

AKHWAT SEJATI...

AKHWAT SEJATI bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,
tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

AKHWAT SEJATI bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

AKHWAT SEJATI bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan,
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

AKHWAT SEJATI bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

AKHWAT SEJATI bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

AKHWAT SEJATI bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan
tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi
tergoda.

AKHWAT SEJATI bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

AKHWAT SEJATI bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

AKHWAT SEJATI tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun,
tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.

AKHWAT SEJATI tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al -Qur'an,
tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al- Qur'an tersebut.

AKHWAT SEJATI tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi,
tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.

AKHWAT SEJATI tidak dilihat dari sholatnya yang lama,
tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.

AKHWAT SEJATI tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajjudnya,
tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud

AKHWAT SEJATI tidak dilihat dari rutin dan konsistennya menggunakan
jilbab dan tidak akan menganggap dirinya lebih sempurna dibandingkan
para akhwat lainnya yang belum berhijab, tetapi bagaimana ia mampu
membimbing dengan penuh kesabaran & keikhlasan para akhwat lainnya
supaya menggunakan jilbabnya dengan konsisten..


Wallahu a'lam bisshowab.

BIMBINGAN UNTUK MNJADI "MUJAHIDAH SOLEHAH"

SEBUAH PERENUNGAN UNTUK PARA AKHWAT

UKHTI… besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashion atau gaya zaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya dijadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan dijadikan identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan dikagumi oleh banyak ikhwan.

UKHTI… tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu, bahkan dirimu sendiri. Coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa disadarimelalui ocehan-ocehan kecil, sudah membekas semua aib keluargamu, aib saudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manismu.

UKHTI… embutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih daripada itu, tapi akankah kelembutan suaramu sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu,pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan & kasih sayangmu.


UKHTI… lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak Palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir,akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang cuek melihat ketertindasan orang lain.

UKHTI…. Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan sholat malammu, mungkinkah malam-malammu dilewati rasa rindu menuju Tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuhke tempat sujudmu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu diselimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokkan dengan mimpi-mimpimu bahkan lupa kapan bangun sholat shubuh.

UKHTI… cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya sepertiyang kamu dapatkan, ataukah kamu tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu, bahkan keluargamu, sehinggamembiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yangsangat mengerikan yaitu maksiat.

UKHTIi… tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamu yang tertindas di Palestina, pernahkah kamu menangis ketika mujahid-mujahidah kecil tertembak mati, atau dengan cuek bebek membiarkan begitu saja,pernahkah kamu merasakan bagaimana rasanya berjihad yang dilakukanoleh para mujahidah-mujahidah teladan.

UKHTIi… lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hatisaudaramu yang senang bermaksiat, coba kamu perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluargamu sendiribelum merasakan manisnya islam dan iman, mereka belum merasakan apa yang kamu rasakan, bisa jadi salah satu keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah kamu menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama dengan apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemuliaan Islam.

UKHTI… tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang kholikmu, kamu adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai darisemua penjuru mulai dari depan, belakang, atas, bawah semua setanmengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak lama lagiimanmu akan terobrak-abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidakbetul-betul dijaga olehmu, banyak cara yang harus kamu lakukan mulaidari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya dilakukansejak dari sekarang, kapan lagi coba?


UKHTI… putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan sepeti riya dan sombong, pernahkah antummembanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telahdiraih dan merasa diri paling wah merasa diri paling aktif, bahkanmerasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang lain, sesombongitukah hatimu, lalu dimanakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu.

UKHTI… rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunnah senin kamis yang kamu laksanakan, kejujuran hati tidak bisa dibohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untukdilaksanakan tapi semangat ruhani tanpa disadari turun drastis, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang dirasakan terlalu sering dalam sepekan, separah itukah hatmu, makanan fisik yang kamu fikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi

UKHTIi… manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadangsikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang di sepanjang jalan yang kamul ewati, sikap ramahmu pada orang yang sering kamu temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataannya bagaimana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan kamu tapi kamulah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah.


UKHTI… dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah namaharummu di sia-siakan begitu saja dan sanggupkah kamu ketika sang mujahid akan segera menghampirimu.
Ukhti…masih ingatkah kamu terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu

UKHTI… baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam syurga Rabbmu. Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betulterasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu

UKHTI… muhasabah yang kamu lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuanmu yang dilakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, kamu tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhlak busukmu dilupakan, kenapa muhasabah tidak dijadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwan yang baik

UKHTI… pernahkah kamu bercita-cita mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apayang kamu pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang sholehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang kamu mempersiapkan diri menjadi seorang mujahidah yang sholehah

UKHTI… apalah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam dirimu,seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya kan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa bantu orang tua, kapan akan menjadi anak yang birul walidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan kamu akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah

UKHTI… apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu mata mu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandanganmu hanya menjadi alasan belaka karena merasa berkerudung besar..

UKHTI… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang,sanggupkah kamu menjaga izzah yang kamu punya, atau sebaliknya kamu bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akanmerusak citra dakwah yang lain,kadang orang lain akan mempunyaipersepsi disama ratakan antara akhwat yang satu dengan yang lain, jadikalo kamu membuat kebobrokan akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain

UKHTI… dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang sholehah, siapkah kamu menjadiistri yang sholehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang



Copas note: Ukhti WARNA PELANGI
07-3-09_23:57
Di penghujung malam…
Sesaat sebelum mengadu pada-Nya..
Bimbinglah hamba untuk menjadi MUJAHIDAH SHOLEHAH ya Rabb…

Selasa, 13 Julai 2010

untuk Wanita-*


" ..Lihatlah disana literatur-literatur bertumpuk membahas tentangmu
sebagai makhluk yang berbeda dengan kaum kami. Engkaulah topik yang menjadi inspirasi sekaligus menjadi kuncup-kuncup nan mempesona dalam menggerakkan pena dan tinta para penulis. wahai belahan jiwa kaum kami, pembicaraan tentangmu tidak akan pernah gersang atau pun usang seiring musim silih berganti.. "


*.*.*.*.*.*


Sepertinya anak kecil tadi menunggu sang ayah keluar dari masjid. Ia berdiri pada jarak kurang dari 5 meter dari pintu masjid, dekat dengan tempat wudhu bagian depan. Umurnya mudah ditebak walaupun secara tak pasti. Setidaknya ia berada pada fase usia anak-anak Play Grup atau Taman Kanak-kanak. .

Ada yang mengagumkan, kawan.

Ingin kuberbicara dengan bidadari kecil ini. Kuucapkan salam. Dia pun memutarkan badannya agar bagian depan tubuh dan mukanya tak berhadapan denganku. Begitu sempurna pakaian yang membungkus dan membalut tubuhnya. Terpolesi pula dengan cadar untuk menutupi wajahnya.

Subhanallah.

Allahu akbar....

Telah terurai rasa malu wanita-wanita yang memamerkan dan mempertontonkan kecantikannya di luar sana.

Telah tertimbun begitu dalam rasa malu wanita-wanita yang berjalan berlenggak-lenggok di jalan.

Telah tercabik rasa malu wanita-wanita yang berada di akhir zaman ini yang menandakan musim fitnah datang bertandang menggerogoti puing-puing keimanan anak adam.


Wahai saudariku muslimah.

Janganlah engkau mengikis keimanan kami dengan cara bertabarruj.

Allah berfirman,

“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu.”

Tahukah engkau tentang tabarruj itu?

Engkau menampakkan keelokan wajah dan titik-titik pesona tubuhmu di hadapan laki-laki non mahram. Engkau menampakkan betis, lengan, kepala dan rambutmu. Engkau keluar rumah dengan dandanan memikat dan mengundang fitnah. Engkau pampang foto-fotomu di dunia maya ini terlebih dengan senyuman menggoda.

Tak kah engkau sadar bahwa itu semua adalah praktek kemungkaran yang dahsyat menerjang dan melanggar syariat? Tak sadarkah bahwa itu semua menyebabkan murka, siksa dan amarah Allah? Siapkah engkau kedatangan hujan bencana di alam ini?

Saudariku muslimah. . .

Suburkanlah keimanan kami dengan menggantil foto profilmu di dunia maya ini. Jangan seret kami ke arah kemaksiatan yang berujung di neraka.

Mungkin engkau ingin dikatakan cantik sehingga engkaupun tersanjung. Baiklah. Kukatakan engkau itu cantik. Namun apakah perkataan ini merupakan mata air kebahagiaan yang menyirami bunga-bunga keimananmu? Tidak wahai saudariku karena penilaianku hanya fisik semata. Engkau akan cantik dan anggun dengan kemuliaan risalah langit yang kau rengkuh di jalan ilmu.

Saudariku muslimah. .

Hidayah itu amat mahal. Tak terjual di pasar dan jalanan. Pula, hidayah itu mudah beterbangan lalu terurai dan luntur bersama hembusan angin. Karenanya, bergabunglah dengan saudarimu yang shalihah. Mereka telah mendahuluimu dalam hal ilmu dan amal. Nikmati syahdunya hidayah bersama mereka.

Wahai saudariku yang shalihah dan telah mendahului sebagian yang lain dalam ilmu dan amal.
Doakanlah saudarimu agar bisa bergabung dalam kafilah wanita-wanita yang didamba surga. Mereka pun adalah perindu surga dan hendak menginginkan rengkuhanmu. Sertakan mereka dalam setiap sujud yang engkau rebahkan di hadapan Ar-Rahman. . . .



Sekian, Semoga bermanfaat dan ada ibroh yang dapat diambil...
Dari saudara kalian...


*.*.*.*.*.*


note dari akhi Tohir -Ketapel Al Qassam-

Jumaat, 9 Julai 2010


Kasihan kupu-kupu, badanya cantik dan mempersona tetapi kalau ditambah dengan kekuatan malam, ia bermaksud lain. Hakikatnya kupu-kupu bukan semuanya keluar malam. Sebilangan sahaja yang gemar ‘berpeleseran’ pada waktu hitam pekat, itupun kerana terpedaya oleh lampu di pinggiran jalan.
Kupu-kupu tetap indah, cantik dan menawan. Sebilangan besar kupu-kupu terbang pada waktu siang, hinggap pada bunga-bungaan, menghirup manisan yang tersembunyi di tengah-tenagh kelopok bunga. Kemudian kupu-kupu terbang lagi dan hinggap di dedaunan segar. Sesiapapun pasti melirik apabila terperasankan kelibat kupu-kupu melintasi, hati sesiapapun ingin memiliki keindahan, kecantikan dan keunikan di hujung jari. Tetapi sayap kupu-kupu mudah berderai, apabila sudah berderai, tiada siapa yang menginginkan, kupu-kupu pun terbiar.
Wahai wanita dan kupu-kupu, anda ada persamaan….
Wahai wanita dan kupu-kupu, anda tamsilan kepada keindahan…
Wahai wanita dan kupu-kupu, anda juga tamsilan kepada kerosokan dan kemusnahan..
Demikianlah wanita dijadikan Tuhan menghiasi bumi ini sebagaimana kupu-kupu dijadikan Tuhan untuk menghiasi bunga-bungaan. Tanpa wanita, dunia ini terasa sempit dan tidak seronok untuk didiami. Kaum lelaki berasa rimas sebagaimana Nabi Adam as pernah dilanda gelisah meskipun hidup dipenuhi kenikmatan di syurga. Lalu baginda memohon kepada Tuhan agar dijadikan seorang teman. Agar boleh dia berbicara, bergurau senda dan membina sahsiahnya. Terciptalah Siti Hawa daripada tulang rusuk kiri Adam as. Barulah terisi jiwa Nabi Adam as dan segala kenikmatan syurga di sekelilingnya terasa wujud.
Ternyata wanita cukup perlu dalam kehidupan lelaki sebagaimana bunga amat perlu kepada suntingan kupu-kupu untuk merealisasikan proses pendebungaan. Tanpa permaisuri, siapalah lelaki yang bergelar raja itu, tanpa isteri siapalah lelaki yang bergelar suami itu, tanpa wanita siapalah pria yang mahu digelar pemimpin itu dan tanpa perempuan siapalah pria yang mahu digelar pemimpin itu dan tanpa perempuan siapalah maskulin yang konon mahu digelar ayah itu?
Tanpa Siti Khadijah barangkali Rasulullah saw tidak mendapat ‘dorongan’ yang amat diperlukan untuk terus bangun, berpegang teguh kepada keyakian dan menyebarkan Islam sebagaimana semestinya. Tanpa Aishah, barangkali banyak hadis Rasulullah saw tidak sampai kepada umat islam seluruhnya. Tanpa Fatimah az-Zahrah, barangkali Saidatina Ali tidak muncul sebagai menantu Rasulullah saw yang amat disayangi. Tanpa Asiah, barangkali Nabi Musa as tidak terbela hingga menjadi penentang kepada suaminya yang amat kufur dan mengaku tuhan itu. Tanpa Mashitah, barangkali tidak tebukti betapa wanita boleh berpegang teguh kepada keimanan meskipun maut di depan matanya. Dan tanpa wanita, siapalah lelaki kerana setiap lelaki lahir daripada perut wanita.
Namun seorang wanita yang menjadi isteri kepada Nabi Nuh as telah bertukar menjadi seorang penentang kepada kebenaran. Seorang wanita di zaman permulaan islam sanggup melapah dada Saidina Hamzah dan menguyah hatinya. Seoarang wanita tergamak meletakkan najis unta ke kepala Rasulullah saw dan dalam sejarah manusia sejagat ramai menjadi pendorong kepada kemaksiatan, kekufuran, kehancuran dan kemusnahan lelaki.
Alangkah besar dan pentingnya peranan wanita dalam kehidupan lelaki, sebagaimana besar dan pentingnya peranan kupu-kupu dalam menambah biakan bunga-bungaan dan menambah keceriaan bumi ini. Tetapi, alangkah besar dan hebatnya peranan wanita dalam merosakkan kehidupan lelaki, sebagaimana besar dan hebatnya peranan kupu-kupu merosakkan diri sendiri dengan menerjah api.

Khamis, 8 Julai 2010

Wahai Muslimah yg dikasihi...


MUSLIMAH YANG DIKASIHI

Peliharalah auratmu walau dimana kau berada. Jangan biarkan keindahan dirimu menjadi tatapan lelaki yang bukan mahrammu.

MUSLIMAH YANG DIKASIHI

Pelihara solatmu, tundukkan pandangan matamu dihadapan lelaki yang bukan milikmu. Kelak engkaulah yang bertuah ketika menjadi tetamu Allah. Moga-moga dirimu disambut penuh kasih oleh Bidadari Syurga Ainul Mardhiah.

MUSLIMAH YANG DIKASIHI

Berakhlaklah dari panduan Rasulmu, contohi dan ikutinya. Pasti engkau yang bahagia. Sejuk mata memandang bercahaya dunia dengan hiasan muslimah solehah sepertimu.

MUSLIMAH YANG DIKASIHI

Jadikanlah dirimu seperti permata yang berharga dicelah kaca. Ikuti perintah agama, jauhi larangannya. Al-Quran panduan hidupmu, Hadith jadi sumber rujukanmu.

MUSLIMAH YANG DIKASIHI

Jangan biarkan dirimu hanyut dengan arus kemodenan tanpa bekalan ilmu didada. Renungilah masa depanmu, tetapkan iman didada. Moga ia menjadi perisai buat dirimu. Jangan kail panjang sejengkal lautan dalam hendak diduga.

MUSLIMAH YANG DIKASIHI

Nilai cintamu hanya pada Allah yang satu, kasihi Tuhanmu redhalah Islam menjadi agamamu, pasti tiada kecewa buatmu. Kelak satu hari nanti ada insan yang menantimu. Berkat kasihmu pada Allah yang satu pasti itulah insan yang menjadi cintamu didunia wasilah dari Allah. Moga bertambah redha Allah padamu, melimpah kasihNya padamu kerana engkau meletak kasihmu padaNya dahulu sebelum cinta pada kekasih yang menjadi pilihan hatimu……..”

10 KARAKTER

" Berjalanlah dengan penuh harapan walau hidup ini tak
selalu bahagia, sedekahkanlah satu senyuman walau
dihatimu tak lagi mampu bertahan, belajarlah memaafkan
walau dirimu terluka, berhentilah memberi alasan walau
ingin menyatakan kebenaran, hiduplah dgn Iman walau
hari dipenuhi dugaan dan berpeganglah kepada Allah
walau ia tak kelihatan... "

Karakter ini merupakan hiasan utama terbentuknya masyarakat
Islam dan tertegaknya sistem Islam di muka bumi serta menjadi
tiang penyangga peradaban dunia. Kesepuluh karakter itu adalah:

~> Salimul Aqidah :
Bersih akidah dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan
dirinya dari lubang syirik.

~> Sahihul Ibadah :
Benar Ibadahnya menurut Al-Quran dan As Sunnah serta terhindar dari
segala bid'ah yang dapat menyesatkannya.

~> Matinul Khuluq :
Mulia akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah keperibadian yang
menawan dan dapat meyakinkan kpd semua orang bahawa Islam adalah
rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil-'Alamin).

~> Qawiyul Jismi :
Kuat fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmani
yang merupakan amanah/anugerah dari Allah S.W.T.

~> Musaqaful Fikri :
Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menerima berbagai informasi
serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.

~> Qadirun 'alal Kasbi :
Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan
tidak mahu bergantung kpd orang lain dlm memenuhi segala keperluan hidupnya.

~> Mujahidun linafsihi :
Bersungguh-sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang
dapat meningkatkan setiap kesempatan pada dirinya ataupun orang lain.

~> Harisun 'ala waqtihi :
Kecekapan dalam memanafaatkan waktunya sehingga menjadikannya seorang
yang pantang membuang waktu, tak jemu untuk melakukan kebaikan. Kerana
waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawapkan di
hadapan Allah S.W.T.

~> Munazham Fi Syu'unihi :
Teratur dlm urusannya hingga menjadikan kehidupannya sempurna dlm segala
hal yang menjadi tanggungjawap dan amanahnya. Berusaha menyelesaikan
semua masalahnya dengan cara yang baik.

~> Nafi'un Li Ghairi :
Bermanafaat bagi orang lain sehingga menjadikannya seseorg yg bermanfaat
dan diperlukan. Kewujudannya akan menjadikannya sebuah kebahagiaan bagi
org lain & ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.

Mudah-mudahan dengan sepuluh karakter yang dikemukan di atas
menjadikan kita lebih bermotivasi diri untuk dapat merealisasikannya
dlm kehidupan kita. Semoga menjadi mujahidah sejati. Iman & taqwa
jadi keutamaan...bukannya harta dan keindahan dunia yg sementara ini...

Mujahidah sejati
Intan permata mutiara mahkota
Seindah pelangi di cakerawala
Menghiasi taman indah nan permai

Mujahidah sejati
Engkaulah serikandi pembela agama
Peribadi solehah hiasan diri
Subur dengan iman dan ketaqwaan

Mujahidah sejati
Akhirat utama kerana dunia bukan pilihannya
Mujahidah sejati
Hatinya berbeza kerana diasuh iman dan taqwa

Mujahidah sejati
Berbekal Al-Quran dan Al-Sunnah
Bersulam pengorbanan
Bisa menggegarkan isi dunia

Mujahidah sejati
Terus subur mekar mewangi
Seindah suria menerangi bumi
Harapan ummah yang abadi

Mujahidah sejati
Menyoroti langkah Khadijah, Aisyah, Fatimah
Menjadi muqorrobin, bermujahadah
Menuju cinta dan kasih Allah

Paras rupa bukannya ukuran
Nilainya sama di sisi Tuhan
Cuma ibadah yang membezakan
Wanita solehah di sisi Tuhan

Berhati-hatilah hasutan dunia
Kerana ia merbahaya
Jangan dibiarkan ia bertakhta
Dalam diri dengan dosa-dosa

Amiiin ...... ^_^'



Dari Diari Mukminah
MUFAKKIRATUL MUKMINAH.